Assalamualaikum, wr. wb.
sekarang sy mau share dari ust. Yusuf mansur mengenai Amalan yang perlu diperhitungkan dan dilaksanakan setiap hari.
Nie langsung sj sy share yaa...
( AMALAN ) SETIAP MALAM BERSAMA SURAH AL MULK -
Surah agung itu adalah surah al-Mulk. Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah
hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan pemilik sunan yang empat, dari Abu
Hurairah: "Sesungguhnya surah yang berisi tiga puluh ayat ini akan
memintakan syafaat bagi pemiliknya maka dia pun diberi ampunan." Dari Ibnu
Abbas berkata, seorang laki-laki mendirikan kemah diatas kuburan yang tidak
disadarinya. Lalu ia mendengar suara manusia tengah membaca surah al-Mulk hingga
selesai. Lalu ia mendatangi Rasulullah saw. dan menceritakan kejadiannya:
"Wahai Rasulullah, aku mendirikan kemah diatas sebuah kuburan, tapi saya
tidak menyadari kalau itu adalah kuburan. Lalu saya mendengar suara seseorang
tengah membaca surah al-Mulk hingga selesai. Rasulullah saw. bersabda,
"Itu adalah penghalang yang akan menyelamatkan pemiliknya dari azab
kubur." (HR Tirmidzi).
Dari Jabir bin Abdillah berkata,
"Rasululullah tidak tidur pada malam hari sehingga dia membaca (Alif Laam
Miim, Tanzil) dan (Tabaaraka Biyadihil Mulku)." (HR Tirmidzi).
Adalah Ibnu Abbas r.a. memberi pengajaran kepada
seseorang dengan bertanya, "Maukah engkau aku hadiahi sebuah hadis?"
Laki-laki tersebut menjawab, "Ya," Ibnu Abbas berkata, "Bacalah
(tabaarakalladzi biyadihil mulku) dan ajarkanlah kepada keluargamu, semua
anak-anakmu, bayi-bayimu, dan tetanggamu. Karena, sesungguhnya aku mendengar
Rasulullah saw. bersabda:"Aku suka kalau surah itu berada dalam hati
setiap orang dari umatku."
Inilah surah yang diberkahi yang semestinya kita
selalu membacanya. Kita lantunkan dengan lesan, kita perhatikan dengan hati dan
kita ajarkan kepada anak-anak dan istri kita. Marilah kita baca surah tersebut
pada setiap malam. Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla memberikan syafaatnya
kepada kita lalu kita akan diselamatkan dari azab kubur dan kedahsyatan hari
kiamat.
Tabaarakalladzii biyadihil mulku wa huwa 'alaa
kulli syai-in qadiir (Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan,
dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).
Biyadihil mulku (Yang di tangan-Nyalah segala
kerajaan).
Artinya, Allah memiliki kerajaan langit dan bumi
serta apa yang ada di antara keduanya. Dialah pemilik penciptaan dan perintah.
Dialah yang memberi makan dan bukan yang diberi makan. Yang memberi balasan
bukan yang diberi balasan; Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi
sangat kokoh. Ditangan-Nyalah kerajaan setiap sesuatu. Pencipta segala sesuatu.
Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang ada di
langit dan di bumi yang dapat melemahkannya. Apabila Ia menghendaki sesuatu, ia
berkata, "Kun" (jadilah), maka terjadilah.
Alladzii khalaqal mauta wal hayaata liyabluwakum
ayyukum ahsanu 'amalaa wa huwal 'aziizul ghafuur (Yang menjadikan mati dan
hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun).
Allah menghinakan hamba-Nya dengan kematian,
meskipun ia menjadi penguasa manusia, jabatannya telah memuncak; hartanya
melimpah ruah; kekuatannya kokoh; dan umurnya panjang. Maka, akhirnya ia akan
tetap mati. Ujung-ujungnya kehancuran dan ketidakadaan. Ruhnya dipisahkan
dengan badannya. Dan setelah itu ia akan memasuki kehidupan yang kekal. Di
dalamnya tidak ada tidur dan kematian. Apabila seorang tergolong ahli jannah,
ia akan berada dalam kenikmatan yang kekal dan tidak akan hilang. Begitu pula
bila ia tergolong penduduk neraka (na'udzubillahi min dzalik), maka
sesungguhnya mereka: "Tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak
(pula) diringankan dari mereka azabnya." "Di dalamnya mereka tidak
mati, tidak juga hidup." Mereka akan berada dalam azab yang abadi, kekal
selama-lamanya, dan tidak berubah.
Allah menciptkan kematian dan kehidupan untuk
menguji siapa di antara kita yang lebih baik amalnya. Tidak semua hamba Allah sama.
Ada yang kafir, ada pula yang mukmin; ada yang baik, ada pula yang jahat. Allah
SWT ingin menguji mereka siapa di antara mereka yang lebih baik amalnya. Yang
paling ikhlas dan benar. Ikhlas adalah tidak meyekutukan Allah dengan sesuatu
pun, sedangkan benar adalah sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rasulullah
saw. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabnya,
hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan
seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya."
Liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa wa huwal
'aziizul ghafuur (Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik
amalnya. Dan, Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun).
Dialah Yang Maha Besar Lagi Mulia, Yang Ditaati
dan Ditakuti. Bersamaan dengan itu Dia Maha Pengampun kepada siapa saja yang
bermaksiat dan bertobat, kepada orang yang melampaui batas kemudian bertobat.
Dan, Dialah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Pengampun.
Alladzii khalaqa sab'a samawaatin thibaaqaa maa
taraa fi khalqir rahman min tafawut (Yang telah menciptakan tujuh langit
berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha
Pemurah sesuatu yang tidak seimbang).
Hai orang musyrik; hai orang kafir; hai orang
yang ragu-ragu; hai orang yang menentang Rasulullah saw.; hai orang yang kafir
kepada agama-Nya! Lihatlah di atasmu; lihatlah ke langit-langit itu; lihatlah
dengan saksama dan penuh perhatian! Bukan seperti penglihatan para binatang.
Lihatlah ke langit-langit itu, apakah engkau mendapati sesuatu yang tidak
seimbang? Apakah engkau mendapatinya berlubang, retak, dan lemah?
Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rab
Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang, berselisih, ataupun kacau.
Tidak, tetapi ia adalah langit yang sempurna, tebal dan kuat. Lihatlah
kepadanya dan bandingkanlah keadaanmu dengan keadaannya.
"Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya
ataukah langit? Allah telah membangunnya, Apakah kamu yang lebih sulit
penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, dan Dia menjadikan
malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan Dia
menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Ia
memancarkan darinya mata air dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya."
"Maka, apakah mereka tidak melihat akan
langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya
dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun. Dan Kami hamparkan bumi
itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan
padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran
dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)."
"Dan langit itu Kami bangun dengan
kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. Dan, bumi itu
Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)."
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di
atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit). dan Kami tidaklah lengah
terhadap ciptaan (Kami)."
"Sesungguhnya Kami telah menghias langit
yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya
(sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak
dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari
segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,"
Marilah kita perhatikan langit yang
berlapis-lapis ini, marilah kita perhatikan kebesaran ciptaan-Nya.
"Allah-lah yang meninggikan langit tanpa
tiang (sebagaimana) yang kamu lihat?"
Ia tidak memiliki tiang, bagaimana Allah
meninggikannya? Bagaimana Allah menjadikannya kuat, tebal, dan sama. Yang di
dalamnya tidak ada lubang dan retak. Inilah kekuasaan Allah Azza wa Jalla.
"Yang telah menciptakan tujuh langit
berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha
Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka, lihatlah berulang-ulang, adakah kamu
lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian, pandanglah sekali lagi, niscaya
penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat, dan
penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah."
"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit
yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu
alat-alat pelempar setan," Qatadah r.a. berkata, "Allah menciptakan
langit-langit dan di dalamnya terdapat bintang-bintang untuk tiga tabiat.
Pertama, hiasan langit dunia. Kedua, alat-alat pelempar setan. Ketiga,
tanda-tanda yang memberikan petunjuk, "Dan dengan bintang mereka
mendapatkan petunjuk." Barangsiapa yang berbicara di luar itu, ia telah
membebani dirinya dengan sesuatu yang tidak diketahuinya."
Barangsiapa yang berkeyakinan bahwa
bintang-bintang memiliki pengaruh terhadap kejadian di dunia, bahwa hujan turun
atau kekeringan terjadi, rezeki dibentangkan atau disempitkan karena pengaruh bintang
tersebut, ia telah membebani dengan sesuatu yang tidak semestinya dan berkata
atas nama Allah apa yang tidak diketahuinya.
"Dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka
yang menyala-nyala."
Yaitu para setan yang mencuri pendengaran dan
menyesatkan para hamba. Mendorong mereka agar berbuat maksiat.
Menganjurkakannya berbuat kejelekan, dan menghiasi kebatilan sehingga tampak
indah. Menyuruh mereka berbuat munkar dan mencegahnya dari berbuat makruf serta
menahannya untuk taat kepada Allah. Allah Azza wa Jalla telah menyiapkan untuk
mereka ini neraka jahanam dan itulah sejelek-jelek tempat kembali. Siksa neraka
yang menyala-nyala, yang diperuntukkan untuk setan jin dan manusia. Allah
menyiapkan untuk mereka jahanam dan itulah sejelek-jelek tempat kembali.
"Dan orang-orang yang kafir kepada
Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang
mengerikan, sedang neraka itu menggelegak."
"Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah
lantaran marah."
Hampir bagian-bagian langit itu terputus dan
terbagi karena besarnya kemarahan terhadap orang-orang yang kafir kepada Allah,
menentang Rasulullah dan membunuh para wali-Nya. Neraka jahanam hampir-hampir
pecah karena marah terhadap orang-orang kafir.
Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya
Allah Azza wa Jalla membakar api neraka 1000 tahun sehingga memutih. Kemudian
Allah membakarnya lagi 1000 tahun sehingga memerah. Kemudian Allah membakarnya
1000 tahun sehingga menghitam. Ia adalah hitam yang gelap"
Kullamaa Ulqiya Fiiha Faujun
"Setiap kali dilemparkan ke dalamnya
sekumpulan (orang-orang kafir)"
"Penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya
kepada mereka, "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang
pemberi peringatan?"
Pertanyaan yang bernada menjelekkan dan mencela.
Apakah belum pernah datang kepadamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?
Apakah belum pernah datang kepadamu seorang rasul? Apakah belum pernah datang
kepadamu seorang yang mengingatkan dirimu? Orang yang menjelaskan syariat,
agama, halal, dan haram kepadamu? Apakah belum pernah datang seorang pemberi
peringatan kepadamu?
"Mereka menjawab: 'Benar ada, sesungguhnya
telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakannya
dan kami katakan: 'Allah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah
di dalam kesesatan yang besar'."
Mereka menghadapi para utusan Allah dengan
akhlak yang buruk dan tidak mempunyai rasa malu. "Kamu wahai para rasul,
tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar. Kamu adalah oang yang
tersesat dan menyimpang. Biarkanlah kami dan berhala yang kami sembah.
Biarkanlah kami mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Kemudian
setelah itu mereka mengakui bahwa dirinya bukanlah orang-orang yang berakal.
Mereka tidaklah memiliki kemampuan untuk memisahkan antara yang jelek dengan
yang baik.
"Dan mereka berkata: 'Sekiranya kami
mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk
penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Mereka mengakui dosa mereka. Maka
kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala."
"Orang-orang kafir dibawa ke neraka
jahannam berombong-rombongan. Sehingga, apabila mereka sampai ke neraka itu,
dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya:
'Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan
kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan
hari ini?" Mereka menjawab: 'Benar (telah datang).' Tetapi, telah pasti
berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada
mereka): 'Masukilah ke pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di
dalamnya.' Maka, neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang
yang menyombongkan diri."
Mereka mempersaksikan diri mereka sendiri bahwa
mereka adalah tuli, buta, dan bisu. Mereka adalah orang-orang gila. Mereka
tidak mendengarkan al-Haq. Tidak pula membicarakan al-Haq. Mereka tidak melihat
petunjuk-petunjuknya.
"Mereka mengakui dosa mereka. Maka,
kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala."
Adapun orang mukmin yang baik, yang saleh,
mereka mengagungkan Allah dengan seagung-agungnya. Mereka mengetahui din dan
syariat-Nya. Mereka menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Mereka
tidak hanya takut kepada Allah ketika berada di tengah banyak orang, tetapi
juga ketika sendirian, ketika dalam keadaan dhahir maupun bathin.
"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada
Rabnya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala
yang besar."
Orang yang takut kepada Rabnya, meskipun berada
di tengah manusia, meskipun ketika sendirian, pintu terkunci dan tabir
dibentangkan. Maka, bagi mereka pahala yang besar.
Rasulullah saw. bersabda, "Ada tujuh
golongan yang berada dalam naungan Allah pada hari tidak ada nauangan, kecuali
naungan-Nya."
Apakah yang menjadi pembagi yang ikut dalam
tujuh golongan tersebut. Golongan yang berbahagia, golongan yang mendapatkan
keutamaan itu? Tidak lain adalah Mereka yang takut kepada Rab-nya, sebagaiman
tidak ada yang melihat kecuali hanya Dia; tidak ada yang mendengar kecuali
hanya Dia; dan tidak ada yang mengamati kecuali hanya dia. Yaitu, "seorang
laki-laki yang berzikir kepada Allah dalam kesendirian, kemudian bercucuran air
matanya. Dan, seorang laki-laki yang dipanggil wanita yang cantik dan
berkedudukan." Di sana tidak ada polisi yang mengawasinya. Tidak ada mata
yang melihatnya. "Maka ia menjawab, "Sesungguhnya saya takut kepada
Allah dan seorang laki-laki yang menyedekahkan hartanya kemudian ia
menyembunyikannya." Laki-laki yang berurusan dengan Allah. Laki-laki yang
tidak ingin riya' (dilihat orang) ataupun sum'ah (didengar orang). "Maka
kemudian ia menyembunyikan sedekahnya itu, sehinggga tangan kirinya tidak
mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya." Ketujuh golongan ini
adalah orang yang takut kepada Allah, yang tidak nampak oleh mereka. "Bagi
mereka pahala yang besar."
Kemudian Rab kita Jalla Jalaaluhu mengancam
manusia, semua manusia. "Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah,
sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah yang menciptakan
itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan), dan Dia Maha Halus
lagi Maha Mengetahui?"
Wahai Hamba Allah, janganlah engkau mengira,
engkau hanya berurusan dengan manusia yang hanya bisa melihat yang dhahir.
Janganlah engkau mengira engkau hanya berurusan dengan makhluk yang kemampuan
dan wawasannya terbatas. Tidak, demi Allah, tetapi engkau berurusan dengan Rab
Yang Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana, Maha Halus Lagi Maha Mengetahui.
"Dia mengetahui rahasia dan yang lebih
tersembunyi."
"Dia mengetahui (pandangan) mata yang
khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati."
"Tidak ada tersembunyi dari-Nya seberat
zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan tidak ada (pula) yang
lebih kecil dari itu dan yang lebih besar."
Ketahuilah dengan yakin bahwa yang tersembunyi
di sisi Allah nampak jelas. Sesuatu yang engkau rahasiakan dan sembunyikan,
maka di sisi Allah nampak jelas dan terang.
"(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang
Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati
yang bertobat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan."
>